Type Here to Get Search Results !

Granat Bengkalis Mengadakan Penyuluhan Penyalahgunaan Narkotika, Dikki Hendrik Sagala: Terima Kasih Dukungannya

DURI (AktualBersuara.Com) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau menggelar penyuluhan sekaligus memperkenalkan diri di wilayah Kecamatan Mandau, Duri, Kamis (18/03/21).

Giat perkenalan dan penyuluhan terhadap dampak bahaya dari peredaran dan penyalahgunaan Narkotika ini dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, di Piramida Caffe, jalan Pertanian, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Duri.

Dikki Hendrik Sagala, Ketua DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis turut menghaturkan terimakasih atas antusias masyarakat khususnya generasi millenial, serta dukungan yang datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dan Kecamatan Mandau, TNI/Polri dan Dinas Kesehatan yang hadir.
"Terima kasih atas dukungannya kepada GRANAT Kabupaten Bengkalis, semoga wadah ini mampu bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di Negeri Junjungan ini," kata Dikki, membuka giat penyuluhan.

Pada kesempatan itu pula, Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si diwakili Sekcam Mandau Muhammad Rusydy mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program atau aksi yang dimuat dalam skema kerja GRANAT di Kabupaten Bengkalis.

"Peredaran dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya bukan hanya tugas GRANAT, tapi tugas kita semua termasuk pemerintah. Mulai dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah Desa/Kelurahan, Dusun dan Perkampungan di Daerah tetap satu komando dalam komitmennya untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Bengkalis, maupun di Mandau ini," kata Rusydy.

"Bila perlu, kedepannya kita libatkan lintas sektoral, pemerintah, organisasi, lembaga, keagamaan, masyarakat bahkan generasi muda untuk ikut serta dan menandatangani petisi terkait pencegahan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di Duri ini," serunya.

Menambah wawasan, dua orang dokter delegasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis melalui UPT Puskesmas Duri Kota turut memaparkan sejarah singkat peredaran gelap Narkotika di Indonesia, serta dampak buruknya yang telah dimuat dalam berbagai penelitian.

"Keberadaannya mengkhawatirkan dan dampaknya sangat merusak. Generasi bangsa bisa runtuh karena penyalahgunaan barang haram ini," kata dr. Aulia, mewakili Kepala UPT. Puskesmas Duri Kota.

Dari segi hukum, lanjutnya, jelas diharamkan dan bisa berdampak hukum bagi pengedar (kurir), bandar, bahkan penyalahgunanya. "Selain merusak mental dan kesehatan, Narkotika juga bisa menjerat seseorang ke ranah hukum. Sekali lagi, Narkotika jelas sangat merugikan," paparnya.

Dengan tema 'Berprestasi Tanpa Narkoba', pelaksanaan acara kental dengan suasana kekeluargaan, share and care, khasanah ilmu pengetahuan, terlebih pelaksanaan protokol kesehatan yang diterapkan dengan baik.

Turut hadir jajaran staf dari kantor kecamatan Mandau, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA), lintas gerakan muda dan organisasi, praktisi hukum, awak media dan kawula muda.

Segenap pengurus DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis, yakni Dikki sebagai Ketua, Yoki Satria (Sekjen), Kabid Keanggotaan dan Kaderisasi Ayub Piramida, Kabid Kemasyarakatan dan Pembinaan Aldi Wafi, serta Kabid Investigasi Julinda Hasibuan turut hadir dan menyemarakkan perkenalan GRANAT sekaligus penyuluhan dampak berbahayanya Narkotika di tengah masyarakat.**
Baca Juga

Below Post Ad