Type Here to Get Search Results !

Rasakan Manfaat JKN-KIS, Tetap Bugar di Usia Senja

DUMAI (AktualBersuara.Com) - Ayuni (58) adalah seorang single parents yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang sering disebut dengan Peserta Mandiri. Sehari-harinya Ayuni mengisi waktu luang dengan berkebun sayur-sayuran di halaman rumahnya. 

Sebagai peserta mandiri kelas lll, Ayuni selalu memanfaatkan kartu JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jika dibutuhkan. Ia pun memilih klinik Citra Medika sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Alhamdulillah, sejauh ini saya belum pernah menderita sakit yang serius, hanya flu atau demam-demam biasa. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan saya kesehatan,” katanya, Jumat (14/01/22) Lalu.

Dalam aktivitasnya sehari-hari selain berkebun sayur-sayuran Ayuni juga tidak melupakan untuk berolahraga. Setiap pagi ia selalu menyempatkan diri untuk berolahraga dengan berjalan kaki selama tiga puluh menit. 

Selain berolahraga Ayuni juga tetap menjaga pola makannya, ia sangat jarang mengonsumsi makanan yang berlemak, makanan atau minuman yang terlalu manis dan juga mengurangi karbohidrat.

“Ini sudah menjadi kebiasaan saya sejak dulu, setiap pagi pasti saya sempatkan waktu untuk berolahraga, tidak perlu olahraga yang berat jalan kaki tiga puluh sampai empat puluh menit saja sudah cukup asal rutin dilakukan. Saya lebih suka makan sayur-sayuran yang berwarna hijau dan setiap hari saya usahakan juga makan buah-buahan. Tidak perlu yang mahal buah-buahan lokal yang bisa ditanami dipekarangan rumah juga sudah cukup baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin,” jelasnya.

“Program ini harus terus ada karena sangat membantu meringankan beban masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah. Ditambah lagi di era pandemi seperti ini mereka akan sangat merasa terbebani jika harus juga membayar biaya pelayanan kesehatan,” jelas Ayuni.

Walaupun tidak pernah menggunakan JKN-KIS untuk berobat, Ayuni mengaku tidak keberatan jika harus tetap membayarkan iuran rutin tiap bulan. 

Menurutnya iuran yang ia bayarkan menjadi ladang amal karena iuran yang ia bayarkan akan dimanfaatkan oleh peserta-peserta JKN-KIS lainnya yang membutuhkan penjaminan.

Menanggapi hal ini, Kepala Humas BPJS Kesehatan Cabang Dumai, Syafriadi membenarkan bahwa iuran peserta yang sehat akan digunakan oleh peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan karena BPJS Kesehatan menganut sistem gotong-royong. 

Syafriadi pun mengajak agar peserta JKN-KIS baik yang sakit maupun sehat agar dapat secara patuh membayarkan iurannya setiap bulan paling lambat tanggal 10 tiap bulan.

"BPJS Kesehatan menganut sistem gotong royong sehingga biaya pelayanan kesehatan peserta yang sedang sakit dibantu oleh peserta yang sehat. Kita contohkan saja peserta hemodialisasis atau cuci darah. Dalam sebulan biaya cuci darah lebih kurang 7,2 juta rupiah. Jika peserta tersebut adalah peserta PBPU dengan kelas rawat di kelas III berarti iuran yang ia bayar hanya Rp 35.000/jiwa/bulan. Ada gap yang sangat jauh antara tujuh juta rupiah dengan 35 ribu rupiah. Di sinilah peran peserta seperti Ibu Ayuni menutupi kekurangan biaya pelayanan peserta yang sakit," jelas Syafriadi. (Red/Brt)
Baca Juga

Below Post Ad