-->
Type Here to Get Search Results !

Tigadaya Permigastara

"Kita fokus pada tiga hal, pertama, jangan sampai keterbatasan kita membatasi diri kita apalagi orang lain. Kedua, terlalu kuat kita untuk dilemahkan, terlalu tinggi, untuk direndahkan dan terlalu besar untuk dikecilkan. Di era globalisasi, akses adalah aset utama. Ketiga, kita adalah apa yang kita pikir".

Dalam setiap narasi, Peri Akri, SE, MM, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Migas, Energi Baru dan Terbarukan Nusanta (PERMIGASTARA) selalu menggaungkan tiga fokus utama itu. Saya menyebutnya "Tigadaya Permigastara".

Mengurai singkatan Permigastara dalam konteks keenergian Indonesia hari ini, setidaknya juga ada tiga kata utama, yaitu Migas, Energi baru dan terbarukan, dan Nusantara. 

Migas mencerminkan kondisi hari ini, energi baru dan terbarukan menjadi potret masa depan. Kata terakhir, "Nusantara" merekonstruksi sejarah sumberdaya alam kita yang dikenal kaya raya di seantero Nusantara.

Senada dengan itu, saat mimpi Permigastara ingin menjadi rumah besar energi Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Para pengusaha yang tergabung di dalamnya diharapkan sudah selayaknya memiliki dan/atau mampu menumbuhkan segenap potensi, sebagai energi baru organisasi.

Bagi ekonomi Indonesia, pengusaha itu sendiri adalah energi. Ia Tuah negeri. Karenanya pengelolaan sumberdaya alam mestinya linier dengan kualitas sumberdaya manusianya. Potensi, pengusaha dan alam adalah segitiga energi.

Saling menguatkan, lalu satu sama lain menjadi konduktor terbaik bagi Indonesia, masa depan yang berkemajuan.

Selanjutnya Permigastara, menjadi mitra strategis dengan para pemangku kepentingan untuk kebaikan bangsa yang lebih luas lagi. Dengan reputasi dan kompetensi yang dimiliki, lalu memberikan energi kepada masyarakat Indonesia, sesuai taglinenya "profesional dan berdaya".


Oleh Agung Marsudi: Sekretaris DPK Permigastara Kabupaten Bengkalis
Duri, 02 Desember 2021.
Baca Juga