-->
Type Here to Get Search Results !

DPK Permigastara Bengkalis: Asyiknya Ngopi di Cafe Redam Piloe Bandar Bakau Dumai

DUMAI (AktualBersuara.Com) - Banyaknya ‎aktifitas baik pekerjaan maupun aktifitas lainnya tentu saja membuat pikiran maupun badan menjadi capek atau penat, memilih tempat yang jauh dari keramaian serta mencari suasana yang nyaman biasanya merupakan solusi bagi seseorang untuk menghilangkan penat. 

‎Bahkan, tak jarang seseorang memilih pergi ke‎ suatu tempat untuk melihat pemandangan laut bahkan hutan untuk sekedar menyegarkan diri.

Berlatar belakang ingin membuat tempat refreshing yang jauh dari hiruk aktivitas kerja dan lainnya, Cafe Redam Piloe yang berada di Kawasan Hutan Bandar Bakau menawarkan konsep homestay nuansa alam hutan bakau, dijamin bisa meredam pilu pengunjung yang datang. 

Kedatangan Ketua Permigastara Bengkalis Santun Sihombing, Sekjen DPK Permigastara Bengkalis Agung Marsudi bersama rombongan disambut baik Datuk Darwis selaku pengelola Hutan Bakau Bandar Bakau.
Datuk Darwis, keberadaan Cafe Redam Piloe yang memang terletak di tengah hutan bakau ini, bisa menjadi referensi para wisatawan yang ingin merasakan suasana alam bakau dan kicauan burung penunggu hutan bakau Bandar Bakau . 

Letak Cafe Redam Piloe berada di Jalan Nelayan, Kelurahaan pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai , meskipun berada tak jauh dari Kota, namun suasana alam asli sangat terasa di Cafe Redam Piloe . 

Jika berkunjung pada Sore hari, suara kicauan burung akan sangat jelas terdengar, sekaligus menikmati suasana pepohonan rimbun membuat penat dan pilu sirna seketika saat berada di Cafe Redam Piloe ini. 

Kicauan burung yang saling bersambut serta suasana alam yang asri ditambah secangkir kopi khas Cafe Redam Piloe membuat penat aktifitas saat bekerja hilang seketika.
Tak hanya kicauan burung penunggu hutan bakau saja yang membuat pengunjung betah, hewan-hewan penghuni bakau lainnya juga menjadi tontonan gratis dalam menghilangkan penat, seperti kepiting, dan hewan tembakol yang hilir mudik terlihat disebalik akar-akar pohon bakau." Jelas Datuk Darwis Tokoh Pencinta Hutan Bakau Bandar Bakau.

DPK Permigastara Bengkalis dan rombongan sambil ngopi berbincang-bincang bersama Datuk Darwis Aktivis Hutan Bakau Bandar Bakau dan pengelola Cafe Redam Piloe, ia mengatakan bahwa inspirasi membuat cafe dengan konsep homestay serta menyajikan suasana hutan yang asli datang dari teman-teman pecinta alam hutan bakau. 

"Kita melihat bahwa kawasan Bandar Bakau ini memiliki nilai jual serta potensi luar biasa yang harus ditawarkan kepada wisatawan yang ada di dalam maupun diluar Kota Dumai , terlebih konsep-konsep cafe yang ada di Dumai, rata rata bernuasa modren dan milenial," katanya, Senin (20/12/21). 

"Jadi konsep nya homestay dengan suasana alam hutan bakau, dan yang pastinya ramah lingkungan lah, karena baik kursi maupun meja kita buat dari kayu," sebutnya. 
Dilanjutkannya, suasana alam yang nyaman dan rindang serta bunyi khas kicauan burung di hutan bakau tentunya dapat meredam pilu-pilu yang didapat dari bekerja maupun aktifitas lainnya. 

Salah satu relawan Dumai Merindu atau Pecinta Alam Bahari Bandar Bakau Dumai, menerangkan, bahwa suasana alam luar biasa yang disuguhkan oleh hutan bakau, akan lebih asyik dengan menu-menu yang ditawarkan di Cafe Redam Piloe, seperti secangkir kopi hitam, teh manis, olahan mie, dan juga gurihnya ubi goreng khas redam piloe. 

"Kita menawarkan menu-menu yang sangat pas lah untuk menikmati suasana alam hutan bakau ini, dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau," ucapnya. 

Dirinya berharap, kehadiran Cafe Redam Piloe ini bisa memberikan nuansa berbeda dari cafe-cafe lainnya, yang mana pengunjung menginginkan ketenangan dan menghilangkan penat akibat aktifitas yang padat. 
"Kita juga ada menyewakan homestay bagi wisatawan yang datang dari luar daerah Dumai, tentunya dengan fasilitas standar homestay lah," sebutnya. 

Sementara itu, Santun Sihombing Ketua DPK Permigastara Bengkalis mengaku sangat menikmati suasana alam hutan bakau dan Cafe Redam Piloe ini. 

"Memang betul, mendengar kicauan burung serta indahnya hutan bakau ditemani secangkir kopi membuat penat atau pilu-pilu akibat aktifitas menjadi hilang atau terendam," sebutnya. 

Suasana yang asli ini‎ membuatnya ingin kembali berkunjung ke Hutan Bakau Bandar Bakau dan Cafe Redam Piloe untuk sejenak menghilangkan penat pikiran disebabkan aktiftas yang padat. 

"Suasananya pas banget adem dan nyamanlah, yang jelas gak ada nyamuk, jadi bisa santai sambil menikmati indahnya hutan bakau sekaligus melihat-lihat satwa yang ada di sini," ujarnya. (Red/Brt)
Baca Juga