-->
Type Here to Get Search Results !

Waspada, Ini Daftar 53 Obat Tradisional, Suplemen dan Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM

Fhoto: Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani (Sumber: Tangkapan layar YouTube BPOM).
PEKANBARU (AktualBersuara.Com) - Badan POM kembali temukan peredaran produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) atau bahan dilarang yang berbahaya bagi kesehatan.  

Berdasarkan hasil sampling dan pengujian yang dilakukan selama periode Juli 2020 hingga September 2021, Badan POM menemukan sebanyak 53 item produk obat tradisional, 1 item suplemen kesehatan mengandung BKO serta 18 item produk kosmetika mengandung bahan dilarang / bahan berbahaya. 

Dari pengawasan selama masa pandemi tersebut, Badan POM menemukan kecenderungan baru temuan BKO pada produk obat tradisional.  

BKO tersebut adalah Efedrin dan Pseudoefedrin. Obat tradisional yang mengandung Efedrin dan Pseudoefedrin berisiko dapat menimbulkan gangguan kesehatan, yaitu pusing, dan sakit kepala. 

Kemudian, mual, gugup, tremor, kehilangan nafsu makan, iritasi lambung, reaksi alergi (ruam, gatal), kesulitan bernafas, sesak di dada, pembengkakan (mulut, bibir dan wajah), atau kesulitan buang air kecil. 

“Modus penambahan BKO berupa Efedrin dan Pseudoefedrin ini dapat digunakan secara tidak tepat dalam penyembuhan COVID-19," jelas Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani, melalui keterangan pers, dikutip Jumat (15/10/21).  

Efedrin dan Pseudoefedrin selain berupa senyawa sintetis, juga terdapat secara alami pada tanaman, yaitu merupakan bahan aktif dari tanaman Ephedra sinica atau Ma Huang. 

Lazim ditemukan pada Traditional Chinese Medicine (TCM), termasuk Lianhua Qingwen Capsules (LQC) Tanpa Izin Edar. Penggunaan Ephedra sinica pada obat tradisional digunakan secara tidak tepat dalam pencegahan dan penyembuhan COVID-19. 

Selain temuan obat tradisional tersebut, temuan terhadap kosmetika juga menjadi perhatian Badan POM karena berbahaya terhadap kesehatan. 

“Sedangkan untuk produk kosmetika, temuan bahan dilarang / bahan berbahaya didominasi oleh Hidrokinon dan pewarna dilarang, yaitu Merah K3 dan Merah K10," ujar Reri.  

"Penggunaan kosmetika yang mengandung Hidrokinon dapat menimbulkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, serta ochronosis [kulit berwarna kehitaman]. Pewarna Merah K3 dan Merah K10 merupakan bahan yang berisiko menyebabkan kanker [bersifat karsinogenik]," lanjut Reri.  

Reri menegaskan, kepada produsen yang memproduksi dan importir yang memasukkan produk mengandung bahan berbahaya dan/atau ilegal ke wilayah Indonesia, diperintahkan untuk melakukan penarikan produk dari peredaran untuk dimusnahkan.  

"Apabila ditemukan indikasi pidana, maka akan dilakukan proses pro-justitia oleh Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Badan POM,” tegas Reri Indriani. 

Berikut daftar 53 Temuan Obat Tradisional yang mengandung bahan berbahaya temuan BPOM: 

1. Linhua Qinqwen Jiaonang (Tanpa Izin Edar) 

2. Chuanpect Pil 

3. Forvidna 

4. Ji Zhi Tang Jiang 

5. Tabib Guna Gemuk Sehat Sempurna 

6. Jamu Jawa Dwipa Cap Rempah Dewa Pegal Linu 

7. Jamu Jawa Dwipa Cap Klanceng Sakti Putra Pegal Linu 

8. Jawa Sehat 

9. Racik Sewu 

10. Kunci Wasiat (Kemasan botol kaca) 

11. Kunci Wasiat (Kemasan sachet) 

12. Kunci Wasiat (Kemasan botol plastik) 

13. Kunci Sejati (kemasan botol plastik) 

14. Angger Waras 

15. Bio Nervee 

16. Jamu Dewo 

17. Jamu Dewo Less Sugar 

18. Elang Mas 

19. Jamu Dua Singa 

20. Pegel Linu Cap Akar Daun 

21. Winata (kemasasn blister) 

22. Winata (kemasan botol) 

23. Jamu Tradisional Kumbang Mas 

24. Rempah Alam Papua Buah Merah 

25. Sari Kulit Manggis Asam Urat 

26. Sinatren 

27. Bintang Dua Mustika Dewa 

28. Away Tablet 

29. Gan Mao Tong Tablet (Tanpa Izin Edar) 

30. Maximan 

31. Big Penis 

32. Black Gorilla 

33. Black Panther 

34. K.L.G Pills 

35. One Night Love 

36. Singa Super On 

37. Buaya Jantan 

38. Kuat Lelaki Genotan 

39. Urat Seribu 

40. Perkasa Wali 

41. Arizon 

42. JKReks 

43. Lig-On 

44. Paloma 

45. Parsi 

46. Tawon Liar Kapsul 

47. Chinese Zhigenduan 

48. Zhigenduan 

49. ODD Bodha 

50. ODD Booster 

51. RD Pelangsing Herbal Original (kemasan botol bulat) 

52. RD Pelangsing Herbal Original (kemasan botol segi empat) 

53. Ginseng Klanpi Pil 

Suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia obat: 

1. Vitacino 

Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya: 

1. KISSUN Skin Clarifying Age Defence Cream 

2. Extica - Fabulous Matte Lipstick#12 Morange 

3. Extica - Fabulous Matte Lipstick#112 Vibrant Rose 

4. Extica - Fabulous Matte Lipstick#09 Tulip Red 

5. PAKALOLO Lipstick 05 

6. PAKALOLO Lipstick 12 

7. PAKALOLO Lipstick 03 

8. PAKALOLO Lipstick 06 

9. PAKALOLO Lipstick 10 

10. PAKALOLO Lipstick 11 

11. PAKALOLO Lipstick 07 

12. PAKALOLO Lipstick 09 

13. PAKALOLO Pressed Powder - Light Color (01) 

14. PAKALOLO Pressed Powder - Skin Color (02) 

15. PAKALOLO Pressed Powder - Light Tan (03) 

16. PAKALOLO Pressed Powder - Natural Color (04) 

17. PAKALOLO Pressed Powder - Light Brown (05) 

18. PAKALOLO Pressed Powder - Brown (06) 

Badan POM kembali menegaskan, agar pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. 

Masyarakat juga diimbau agar lebih waspada, serta tidak menggunakan produk–produk sebagaimana yang tercantum dalam lampiran public warning ini. Ataupun yang sudah pernah diumumkan dalam public warning sebelumnya.  

Selalu ingat cek kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada labelnya, pastikan produk memiliki Izin edar Badan POM, dan belum melebihi masa kedaluwarsa. (Red/Brt)
Baca Juga