Type Here to Get Search Results !

Pers Jadi Momok para Pejabat, Ini Pandangan Penasehat PWI Kampar

KAMPAR (AktualBersuara.Com) - Seiring banyaknya jumlah wartawan atau pers di wilayah Kabupaten Kampar menjadi momok bagi pemegang kekuasaan.

Namun hal itu sangat bertentangan dengan pendapat Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, Aprizal Khaidir SE.

Menurutnya, jika pemimpin, baik itu di lembaga maupun instansi bekerja tetap pada koridornya, wartawan tidak akan menjadi beban bagi pemimpin bahkan itu bisa saja menjadi kawan atau mitra yang baik dalam pengembangan instansinya.

"Kami selaku dewan penasehat PWI sangat menyayangkan hal-hal yang dilakukan oleh oknum-oknum dalam pelaksanaan kegiatan jurnalistik sehingga mengakibatkan pemerasan terhadap pemimpin dalam negeri ini," ungkapnya.

Dijelaskan Aprizal Khaidir, seperti yang diketahui bahwasanya dalam UU nomor 40 tahun 1999 telah menyatakan bahwa Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.

Terkait dengan semakin banyak jumlah insan pers di daerah, semua itu akan terseleksi oleh alam.

Artinya, menurut Aprizal, mana yang berbobot dan berkualitas secara profesional bekerja, maka dia akan dihargai sebagai profesi yang mulia.

"Sedangkan yang kerjanya hanya mengandalkan kartu pers dan cara-cara preman maka akan ditingkatkan oleh narasumber serta tergilas oleh waktu," paparnya.(Red/Rio)
Baca Juga

Below Post Ad