Type Here to Get Search Results !

LAM Riau Lanjutkan Gugatan Kepada Pertamina dan CPI

BENGKALIS (AktualBersuara.Com) - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) akan melanjutkan gugatan kepada PT Cevron Pacific Indonesia (CPI) dan PT Pertamina dengan Petitum Pengakuan Tanah ulayat adat dan Pancung alas. 

Hal itu diputuskan dari hasil rapat yang di hadiri DPH LAMR Datuk Syaril Abu Bakar Bersama Ketua MKA Datuk Seri H. Al Azhar Dan tim LBH LAMR Provinsi Riau pada Jumat (06/08/2021) lalu. 

Ketua tim LBH Datuk Wismar Harianto SH MH melalui Tim Advokat mewakili Kabupaten Bengkalis Ketua Muslim, SH MH bersama Erwanto SH, Yusri Dachlan SH Ali Mujahidin SH, Mukhlis SH ditunjuk untuk melayangkan gugatan tersebut.
Muslim SH MH menjelaskan, bahwa ada beberapa poin yang digugat terhadap PT CPI dan PT Pertamina (Persero) sesuai hasil rapat LAMR Provinsi Riau pada hari Jum'at lalu.

"Adapun poin-poin gugatan tersebut adalah 
Pertama PT Cevron Pacific Indonesia (CPI) jangan pergi meninggalkan kesan yang tidak baik atau tidak patut, dengan permasalahan lingkungan hidup yang belum di selesai kepada LAMR Provinsi Riau," kata Ketua tim Advokat LAMR kawasan Bengkalis, Muslim SH MH kepada awak media, Sabtu (07/08/2021) Sore.

Lalu kedua, kehadiran PT Pertamina Persero soal pengakuan tanah ulayat adat dan pancung alas harus ada kejelasan terhadap LAMR Provinsi Riau berdasarkan pertemuan rapat pada tanggal 09 Februari 2021 di Jakarta dipimpin Ketua Rapat Panja Migas Komisi VII DPR RI H. Alek Nurdin yang dihadiri dan ditandatangani oleh Gubernur Riau yang di Wakili Wakil Gubernur, Kepala SKK Migas, Presdir PT CPI, Dirut Sub Holding UPSTREAM Pertamina (Persero) Dirut Pertamina Hulu Rokan dan Ketua LAM Riau. 

"Hari senin semua Masyarakat Hukum Adat (MHA) diundang oleh LAMR Provinsi Riau untuk pengumpulan data terkait tanah ulayat untuk materi gugatan baik itu Peta maupun Bes Luit Rokan Scaaten yang dikeluarkan oleh pemerintah India belanda Kesultanan Siak pada tahun 1934," ungkapnya.

"Pembahasan rapat di Senayan yang saat itu telah disampaikan tetang Bitubi Aspirasi Saham 39 persen kepada Badan Usaha Milik Adat (BUMA) sampai saat ini belum ada terealisasi," tambahnya.

Jadi, kata Muslim, LAMR berharap kepada PT Pertamina memberikan kepastian saham kepada Badan Usaha Milik Adat Riau.(Red/Brt)
Baca Juga

Below Post Ad