Type Here to Get Search Results !

Hati-Hati, Nama Bupati Bengkalis Kasmarni Dicatut Melalui Medsos

Foto: Kepala Diskominfotik Bengkalis Johansyah Syafri.
BENGKALIS (AktualBersuara.Com) - Nama orang nomor satu di Negeri Junjungan, Kabupaten Bengkalis, Kasmarni dicatut pada sebuah akun media sosial (medsos). Jangan langsung percaya, terlebih meminta sejumlah uang maupun pengisian pulsa. 

Akun abal-abal di facebook mengatasnamakan Bupati Bengkalis Kasmarni SSos MMP, memasang foto bupati mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) warna putih lengkap dengan topi ped. 

Melalui akun abal-abal tersebut, pelaku melakukan modusnya mengirimkan chat kepada calon mangsanya, menyapa dengan ucapan salam dan bertanya kabar berita. Tak sedikit orang-orang yang disapa menjadi terperdaya, sehingga melayani akun atas nama Bupati Bengkalis Kasmarni. 

Salah satu isi percakapan chat yakni “Kirim WA nya ke sini biar, silaturahmi nya di whatsapp saja.” Karena percaya dengan bupati gadungan ini, lantas si korban mengirimkan nomor WA, melalui nomor itu terjadi dialogi melalui WA. 

“Untuk keamanan dan verifikasi WhatsApp saya itu ada kode keamanaan yang saya kirim lewat WhatsApp yang kamu kirim tadi coba dicek dulu. SMS kodeya ada 6 angka. Kalau sudah ada kirim kes ini kodenya”. 

Masih yakin jika WA dimaksud berasal dari Bupati Bengkalis, si korban tetap mengirimkan kode 6 angka yang diminta. Setelah nomor 6 angka dikirimkan, tak ayal HP si korban langsung dihacker. 

Selanjutnya, melalui nomor yang dihacker itu, si bupati abal-abal menjalankan aksi meminta uang dan pulsa kepada korban lainnya. 

Terkait dengan nama Bupati Bengkalis Kasmarni yang dicatut melalui media sosial Facebook, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, mengimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai. 

Jika dihubungi oleh bupati abal-abal melalui layanan chatting, jangan dipercaya. Jangan dilayani. Apalagi memenuhi permintaan uang, pulsa, atau permintaan untuk mengirimkan nomor WhatsApps maupun nomor kode lainnya. 

“Itu akun palsu. Permintaan itu bukan dari Bupati Bengkalis (Kasmarni)”, tegas Johan. 

Diungkapkan mantan Kabag Humas Setda Bengkalis, Bupati Bengkalis tidak akan meminta sesuatu kepada masyarakat dalam bentuk apapun.(Red/Brt)
Baca Juga

Below Post Ad