Type Here to Get Search Results !

Lihat Air Terjun Batu Tilam, UAS: Surga Dunia yang Tersembunyi

PEKANBARU (AktualBersuara.Com) - Ustadz Abdul Somad (UAS) pada akun instagramnya @ustadzabdulsomad_official  mengunggah aktivitasnya ketika mengunjungi objek wisata air terjun Batu Tilam, Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

UAS dalam instagramnya mengagumi keindahan alam air terjun tersebut.
Ia mengatakan, air terjun Batu Tilam surga dunia yang tersembunyi.  

UAS mengunggah 10 foto yang melukiskan panorama air terjun Batu Tilam. Lokasi air terjun itu, berada di Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar Riau.  

"Setelah mendistribusikan donasi para donatur Yayasan Tabung Wakaf Umat dan menyampaikan taushiyah, bersama Komunitas ATOS, Komunitas DCAB Indonesia Chapter Riau, Komunitas Kampar Berbagi, dan Baznas Kabupaten Kampar, mengunjungi objek wisata Batu Tilam, surga dunia yang tersembunyi terbaik," ujar UAS pada akun instagramnya," Ahad (28/03/21). 
UAS juga berbagi cerita ketika ia melakukan perjalanan menuju air terjun tersebut. Ia melewati rute yang ekstrem di malam hari. Perjalanan UAS dipandu oleh para offroader dari komunitas ATOS yang sudah berpengalaman. 

"Kami sempat menggunakan winch (kerekan, red) untuk menarik armada yang kesulitan melewati rute. Meski ekstrem, tetap terasa ringan untuk dilalui," kata UAS.  

Diungkapkan UAS, di Batu Tilam terdapat kawasan bukit batu keras seperti disemen sepanjang sekitar 500 meter. Di bagian tengah ada ngalau (gua) yang dikelola oleh masyarakat desa sebagai tempat peristirahatan dan panorama bagi para wisatawan.  

"Menurut Kades Kebun Tinggi, di sekitar Batu Tilam terdapat 27 air terjun. Diantaranya air terjun 2 tingkat setinggi sekitar 110 m. Sampai saat ini baru 2 air terjun yang terkelola. Hutan di sekitar Batu Tilam sangat terawat karena dilindungi oleh Perdes yang didukung oleh Ninik Mamak di Desa Kebun Tinggi. Masyarakat juga komitmen mematuhinya," kata UAS.  

Sementara air terjun Batu Tilam berada di mulut gua, bertengger di punggung Bukit Barisan yang melintasi provinsi Riau. Di objek wisata ini, para peminat wisata alam liar bisa menguji nyali sambil disuguhi hutan alam yang masih asri. 

Saat datang ke Batu Tilam, pemandangan hutan yang asri dan udara sejuk langsung menyapa. Ketika air terjun mengalir deras membasahi dinding batu, butiran halus seperti halimun menyelimuti area itu.  

Di kawasan air terjun Batu Tilam masih terdengar suara siamang dan bermacam-macam jenis burung yang saling bersahutan. Berbagai macam kayu hutan yang sudah langka juga masih bisa dijumpai di tempat ini, ukurannya 2-3 pelukan orang dewasa. Objek wisata ini sudah dilengkapi fasilitas tiga pondok peristirahatan yang cukup luas dan MCK untuk pengunjung yang datang.  

Cara menuju air terjun Batu Tilam  

Lokasi air terjun Batu Tilam bisa dijangkau dari Pekanbaru melalui Desa Lipat Kain dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam menggunakan mobil. Dari sana perjalanan dapat dilanjutkan menuju ke Desa Kebun Tinggi. 

Untuk menuju Desa Kebun Tinggi, lama perjalanan sangat bergantung musim. Ketika musim kemarau untuk bisa mencapainya dibutuhkan waktu selama empat hingga enam jam perjalanan. Namun bila kondisi hujan, perjalanan bisa memakan waktu yang lebih lama, yakni 8 hingga 11 jam bahkan lebih.  

Aksesibilitas jalan untuk menuju ke air terjun Batu Tilam cukup sulit karena masih ada keterbatasan sarana infrastruktur jalan. Kondisi jalan yang masih tanah, berlubang dan tanjakan curam menjadi tantangan ketika menuju ke air terjun Batu Tilam. "Hanya mobil gardan ganda dan motor trail, atau motor dengan modifikasi khusus, yang bisa melewati jalan ini ketika musim hujan," ulas UAS.(Red/Brt)
Baca Juga

Below Post Ad